Foto saya
cinta dan kasih sayang Ibu tak pernah usai, kasih sayang dan cintanya tetap sama meski anaknya telah tumbuh dewasa, bagi Ibu kita tetaplah anaknya yang dulu, anaknya yang selalu Ibu belai dan peluk dipangkuannya, Ibu memberi segala yang terbaik untuk anaknya, kedudukanmu Ibu begitu mulia dan terhormat.

Kamis, 19 Juli 2012

Kerinduan Seorang Ibu Pada Anaknya


Merupakan hal yang wajar apabila seorang ibu merindukan anaknya ketika mereka berdua terpisahkan oleh jarak dan waktu yang begitu jauh. Sekuat apapun, setegar apapun, mereka berdua adalah satu darah dan satu daging yang tak dapat terpisahkan satu sama lain. Seorang ibu akan merindukan anaknya yang sedang bepergian jauh. Demikian pula si anak akan merasa rindu dengan ibunya.


Namun, yang terpenting dari semua itu adalah bagaimana mereka berdua menyikapi sebuah kerinduan. Seorang ibu yang bijak tentu akan memahami kondisi anaknya yang sedang merantau untuk suatu tujuan mulia. Ia paham bahwa anaknya sedang pergi jauh untuk kemudian pulang kembali membawa sesuatu yang bermanfaat, baik bagi dirinya sendiri maupun bagi umat. Oleh karena itu, ia akan merelakan kepergian anaknya dan selalu mengiringi setiap langkahnya dengan doa yang tulus.

Demikianlah yang semestinya dilakukan oleh para ibu yang memiliki anak yang sedang merantau untuk suatu tujuan mulia.


Imam Ali Al Madini, Guru Besar Imam Bukhari, ketika merantau selama kurang lebih tiga tahun di Yaman untuk menuntut ilmu, ibunya merasa rindu, ingin berjumpa kembali dengan buah hatinya.
Berikut ini penuturan beliau:


Saya pergi dari Basrah untuk merantau ke Yaman selama tiga tahun, sedangkan ibu saya saat itu masih hidup. Ketika saya pulang ke rumah, beliau berkata kepada saya, “Putraku, si fulan itu benar-benar kawanmu, sedangkan si fulan adalah musuhmu.”

Saya bertanya, “Dari mana Ibu mengetahui hal itu?”

Beliau menjawab, “Kemarin si fulan dan si fulan –sambil menyebutkan satu persatu nama-nama mereka, di antaranya Yahya bin Sa’id– datang ke sini untuk menjengukku. Mereka mengatakan: Bersabarlah, Bu. Kalau nanti dia sudah datang, Ibu pasti akan merasa gembira. Dari situ aku mengerti bahwa mereka adalah kawan-kawan sejatimu dan orang-orang yang memang mencintaimu. Sedangkan si fulan dan si fulan –sambil menyebutkan nama-nama mereka–, mereka datang lalu mengatakan: Tulislah surat untuknya, desaklah ia, suruhlah ia segera pulang.”


Itulah contoh seorang ibu yang bijak. Kerinduannya terhadap anaknya tidak sampai mengalahkan kerinduannya akan keberhasilan anaknya. Karena keberhasilan anaknya merupakan keberhasilan dirinya pula yang telah mendidiknya sejak kecil. Ia harus rela bersabar menunggu anaknya kembali dengan menggenggam piala cita-cita yang selama ini didamba.

Itulah sepenggal kisah dari Imam Ali Al Madini dan ibunya. Kini, nama beliau senantiasa dikenang dalam sejarah Islam karena beliau merupakan Guru Besar Imam Bukhari, sang pionir pembawa panji Hadis Nabi SAW, sehingga siapapun yang membaca kitab Sahih Bukhari pasti akan berkali-kali berjumpa dengan nama Ali bin Al Madini. 

dikutip dari t4fsir.wordpress.com

3 komentar:

  1. http://beritadomino2o6.blogspot.com/2017/05/pria-ini-diserang-saat-memberi-makan.html

    http://detik206.blogspot.com/2017/05/ini-10-manfaat-rajin-melakukan-hubungan.html

    http://marimenujudomino206.blogspot.com/2017/05/begini-ruang-penjara-untuk-tahanan.html

    http://jutawandomino206.blogspot.com/2017/05/ini-yang-harus-kamu-ketahui-4-posisi.html


    DAFTARKAN SEGERA DIDOMINO206.COM JUDI ONLINE TEPERCAYA & AMAN 100% !

    SANGAT MUDAH MERAIH KEMENANGAN TUNGGU APALAGI AYO BURUAN DAFTARKAN:)

    UNTUK PIN BBM KAMI : 2BE3D683

    BalasHapus
  2. http://vipdomino00.blogspot.com/2017/05/selamat-datang-di-poker-judi-online_23.html

    BalasHapus