Foto saya
cinta dan kasih sayang Ibu tak pernah usai, kasih sayang dan cintanya tetap sama meski anaknya telah tumbuh dewasa, bagi Ibu kita tetaplah anaknya yang dulu, anaknya yang selalu Ibu belai dan peluk dipangkuannya, Ibu memberi segala yang terbaik untuk anaknya, kedudukanmu Ibu begitu mulia dan terhormat.

Selasa, 10 Juli 2012

kisah bakti Ibnu Hasan At-Tamimi kepada Ibunya

Ibnu Hasan At-Tamimi adalah seorang yang gemar beribadah dan termasuk pemuka dari orang-orang yang saleh didaerahnya. dalam semalam dia mampu menunaikan Shalat malam sebanyak seratus rakaat. jika dia bosan menunaikan Shalat diapun berkata kepada dirinya, " bangkitlah engkau, wahai tempat keburukan. demi ALLAH, keburukan memang tidak akan meridhaimu menghadap ALLAH walau sedikit pun. "

At-Tamimi juga termasuk orang-orang yang terkenal karena baktinya kepada Ibundanya. dalam kitab Haliyah Al-Awliyah diceritakan bahwa suatu hari At-Tamimi melihat seekor kalajengking dirumahnya, dia pun berniat membunuh atau menangkapnya. sayangnya, kalajengking itu lebih dahulu masuk kedalam lubangnya. At-Tamimi kemudian memasukkan tangannya kedalam lubang kalajengking itu untuk menangkapnya.

alih-alih dapat menangkapnya, kalajengking itu justru menyengatnya sampai dia mengalami sakit yang amat parah. ketika ditanyakan kepadanya kenapa melakukan tindakan ' bodoh ' tersebut, ia menjawab, " demi ALLAH dan demi Muhammad, aku melakukan hal ini karena takut kalajengking itu keluar dari lubangnya, kemudian menyengat Ibuku. "

At-Tamimi adalah sosok anak yang sangat menyayangi Ibunya. ia tidak mau Ibunya tersakiti sedikit pun. dia mengurus Ibunya dengan penuh perhatian melebihi perhatian yang ia berikan kepada dirinya sendiri. semasa hidupnya, At-Tamimi bekerja di tempat penjualan batu alam dengan upah harian sebesar sepertiga dirham. jika sore hari tiba, upah itu dia gunakan untuk membeli buah-buahan yang akan dipersembahkan untuk Ibunya.

At-Tamimi memang anak yang sangat berbakti kepada Ibundanya. dia selalu membersihkan rumah dan melayani Ibundanya sampai wafat dipangkuannya. setelah Ibunya wafat, At-Tamimi pindah ke mekah sampai meninggal dunia disana. diceritakan bahwa ketika At-Tamimi meninggal dunia, dari tubuhnya keluar bau wangi yang sangat menyengat dan bisa tercium dari jarak 100 meter. ALLAHUAKBAR, sungguh mulia kehidupan dan kematian At-Tamimi.


 dikutip dari buku - keajaiban berbakti kepada Orangtua

Tidak ada komentar:

Posting Komentar