Senin, 30 Juli 2012

Kisah Wafatnya Maryam Ibunda Nabi Isa Alaihissalam


Cerita ini dari Wahab bin Munabbih, neneknya Idris, dia mengatakan,"Saya telah menemukan sebagian kitabnya Isa Al Masih. Beliau berkata kepada Ibunya.

"Ibu......sesungguhnya dunia ini adalah kampung yang akan punah, kampung yang akan hilang melayang. Sesungguhnya akherat itulah kampung yang langgeng. Untuk itu wahai Ibuku tercinta, marilah pergi bersama saya....

Kemudian Ibu dan Anak itu pergi ke gunung Libanon. Digunung keduanya berpuasa di siang hari dan malam harinya menegakkan shalat malam. Mereka hanya makan dari dedaunan pepohonan dan minum air hujan saja, dan disana mereka tinggal sangat lama.

Suatu hari Nabi Isa turun gunung menuju salah satu jurang mencari daun-daunan untuk berbuka puasa bersama. Nabi Isa turun gunung meninggalkan Ibunya, ternyata Ibunya didatangi malaikat maut (yang sebelumnya Maryam tidak tahu kalau sesosok itu malaikat maut). Malaikat maut itu mendekati seraya berkata salam.

"Assalamu`alaika wahai Maryam....orang yang patuh puasa dan shalat pada malam harinya."

"Siapa engkau!" jawab Maryam. "Sungguh sekujur badan sangat gemetar karena takut mendengar suaramu dan kewibawaanmu."

"Saya adalah malaikat maut." jawab Malaikat. "Saya tidak mengenal kasihan terhadap anak-anak karena kecilnya, tidak mengenal kata memuliakan terhadap mereka yang sudah tua atau mengenal karena kebesaran dia. Sebab Sayalah yang bertugas mencabut roh."

"Wahai Malaikat Maut.....engkau disini untuk berkunjung saja atau memangnya untuk mencabut roh saya!"

"Bersiap-siaplah engkau mati, wahai Maryam!" tegas Malaikat. "Apakah engkau tidak mengizinkanku, supaya menunggu sampai kedatangan anak kesayanganku, yang menjadi buah hatiku dan penawar atas segala kesusahanku!"

"Saya tidak diperintahkan untuk itu." tegas Malaikat maut. Dan Saya sebatas hamba yang takluk kepada perintah ALLAH. Demi ALLAH, saya tidak akan mampu mencabut nyawa seekor nyamukpun, kecuali saya sudah diperintahkan oleh ALLAH. Hal ini supaya Saya tidak menyianyiakan waktu sedetikpun, sehingga saya mencabut rohmu di tempat ini juga!"

"Wahai malaikat maut." Jawab Maryam. "Kalau engkau sudah menerima perintah dari ALLAH ta`ala, maka tunaikan saja perintah itu. "Maka Malaikat Maut mendekati dia tatkala duduk beribadah, lalu roh Maryam di cabut dan mati. Nabi Isa Al Masih terlambat datang tidak seperti biasanya. Bahkan ia kembali sampai masuk waktu ashar akhir (mendekati magrib). Dia membawa sayur mayur sekaligus kubis. Setelah meletakkan sayur mayur, kemudian Nabi Isa as ikut shalat di samping Ibunya sampai larut malam.

Tengah malam sunyi senyam, waktunya berbuka bagi Nabi Isa Al Masih. Dia memanggil halus kepada Ibundanya.

"Assalamu`alaika wahai ibu! Sesungguhnya telah masuk waktu malam, waktunya berbuka puasa bagi orang yang berpuasa, serta waktu tegaknya orang-orang beribadah kepada ALLAH. Mengapa ibu tidak jua berdiri beribadah kepada ALLAH Tuhan yang Maha Pengasih!"

(tetapi ibu itu tetap diam dalam duduknya yang disangka terduduk karena shalat yang ketiduran). Nabi Isa Al Masih lantas mengulang perkataan terhadap ibunda.

"Ibu, sesungguhnya dalam tidur memang ada kenikmatan......." Nabi Isa pun lantas berdiri menghadap kiblat beribadah, tidak berbuka karena tidak bersama ibu, tidak berbuka kecuali bersama-sama ibunda.

Mulai timbul keresahan kegelisahan dalam ibadat Nabi Isa Al Masih. Dalam keadaan berdiri dan resah gelisah, dia tetap memanggil ibunya.

"Assalamu`alaika, wahai ibunda," Lirih Nabi Isa Al Masih, (karena tidak ada sahutan) dia lantas melanjutkan ibadah sampai terbit fajar pagi. Pagi yang agak kelam ini, ia meletakkan pipinya ke pipi ibunya, sambil ia berseru memanggil ibunda disertai tangisan keras kerena ibu disangka tidak beribadah sama sekali. Dia menyeru keras :

"Assalamu'alaika, wahai ibunda! Sungguh malam telah habis dan disambut oleh pagi. Adalah waktu untuk menunaikan kewajiban terhadap Tuhan Yang Maha Pengasih."

Seketika itu menangislah seluruh malaikat langit, jin-jin disekitarnya, gunung-gunungpun bergoncang, (sebab kerasnya tangis Nabi Isa yang tidak mengetahui ibunda telah meninggal).

Kemudian Allah ta'ala mewahyukan kepada malaikat, bertanya :

"Apakah sebab yang membuat kalian menangis!"

"Tuhan kami, Engkau sangat Maha Mengetahui...(apa-apa sebab yang kami tangiskan)".

"Ya, sesungguhnya Aku Maha Mengetahui dan Aku Maha Kasih dan Sayang."

Dalam keadaan seperti itu tiba-tiba ada suara yang berseru kepada Nabi Isa Al Masih.
"Wahai Isa, angkatlah wajahmu. Sesungguhnya Ibundamu itu sudah meninggal dunia dan ALLAH ta'ala sudah melipatgandakan pahalamu."

Wajah yang masih terangkat kemudian menangis tersedu-sedu sambil merintih sangat dalam....

"Lalu siapa lagi kawanku di saat sunyi! Saat aku sendiri! Serta siapa lagi teman saya bertukar pikiran!

Bersendagurau dalam perantauanku! Dan siapa lagi yang membantu aku dalam ibadahku!"

Keadaan seperti ini ALLAH berfirman kepada gunung "Wahai gunung, berilah Isa nasehat!"
gunungpun memberikan nasehat kepada Isa, "Wahai Isa, apa arti kesusahanmu ini! Ataukah ALLAH,
engkau menghendaki agar dia menjadi pendamping yang menggembirakanmu!"

berangkat dari nasehat itu, kemudian nabi Isa turun gunung, singgah dari desa kedesa untuk mencari dari kalangan tempat tinggal kalangan bani Isra'il."

Nabi Isa berkata kepada Bani Isra'il di sana, "Assalamu'alaikum wahai Bani Isra'il."

"Kamu ini siapa!". Jawab mereka. "Sungguh bagus wajahmu sampai-sampai menyinari terang rumah-rumah kami."

"Saya adalah Ruhul ALLAH, Nabi Isa Al Masih. Dimana ibu telah meninggal dunia dalam perjalanan, tolonglah saya untuk memandikan, mengkhafani dan memakamkan. Dia sekarang ada di gunung sana."

Mereka Bani Isra'il menjawab," Wahai Roh ALLAH, sesungguhnya digunung tersebut banyak sekali ular-ular yang besar dan hewan ganas lainnya, yang sama sekali belum pernah dilalui oleh nenek moyang kami atau ayah kami sejak 300 tahun yang lalu."

Nabi Isa Al masih memaklumi keadaan mereka.Diapun lantas kembali naik ke gunung tanpa hasil sesuai kehendaknya. (Atas kehendak ALLAH ta'ala) beliau berjumpa dengan dua orang pemuda yang gagah-gagah. Isa bersalaman kepada mereka, lalu menyampaikan maksudnya tadi yang tadi gagal.

"Sesungguhnya Ibu telah meninggal dunia dalam perjalanan di gunung ini. Untuk itu tolonglah saya membantu persiapkan pemakaman.". Salah satu seorang diantara laki-laki gagah ternyata menjelaskan :

"Ini adalah malaikat Mikail, dan saya sendiri malaikat Jibril. Dan ini obat pengawet tubuh serta kain kafan dari Tuhanmu."

"Sesaat para bidadari cantik jelita dari surga turun serta membantu memandikan dan mengkafani (jenazah Maryam). malaikat Jibril menggali kubur di puncak gunung, dan kemudian mereka bertiga menshalati dan mengubur disana.

kemudian Isa Al Masih berdoa kepada ALLAH ta'ala : "Wahai ALLAH, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar perkataanku dan maha Mengetahui dimana tempatku. Sedikitpun tidak ada urusanku yang tersembunyi di hadapan-Mu. Ibu telah meninggal dunia dan saya tidak mengetahui, di saat ia meninggal dunia, maka izinkanlah dia berkata kepada saya."

ALLAH mewahyukan kepada Isa : "Sungguh Aku memberikan izin untukmu".

Nabi Isa Al Masih pergi ke pengkuburan Ibundanya. berdiri dekat tumpukan tanah, lantas berkata kepada ibundanya dengan suara lembut sopan.

"Assalamu'alaika, wahai ibunda tercinta...."

Dalam kubur dijawab oleh Ibunya, "Wahai anakku tercinta. kesayanganku dan sebagai biji mataku."

Isa kembali bertanya, "Ibunda, bagaimana engkau dapat menemukan tempat pembaringanmu, dan bagaimana pula keadaan kehadiranmu kepada Tuhanmu!"

Jawab ibunda, "Tempat pembaringanku adalah sebaik-baik tempat pembaringan, tempat kembaliku adalah sebaik-baik tempat kembali. Dan masalah aku datang menghadap Tuhanku, yang aku tau bahwa Dia menerima dengan rela tanpa ada marah."

"Ibunda..." tanya Nabi Isa. "Bagaimana engkau merasakan sakratul maut?"

"Demi ALLAH...!" Jawab ibunda. "Ialah Dzat yang mengutusmu sebagai Nabi dengan sebenar-benarnya, belum hilang rasa sakratul maut dari tenggorokanku, demikian juga kewibawaan menakutkan dari malaikat maut belum sirna dari pelupuk mataku."

(Setelah itu tidak ada lagi yang tercatat dalam percakapan antara ibunda dan anak. Diakhiri oleh Ibunda...)

"Aalaikassalam wahai kesayanganku, sampai jumpa pada hari kiamat kelak"


dikutip dari notes/iman-kuat

8 komentar:

  1. wa'alaikumsalam.. sy balas singgah & follow sekali.. pls follow me back :D

    nysanurisma.blogspot.com

    BalasHapus
  2. ya.., Insya ALLAH semua yang follow disini akan saya follow balik, trimakasih.

    BalasHapus
  3. nice entry..kasih ibu sampai ke syurga kawanku...

    BalasHapus
  4. benar,trimakasih kunjungan dan follownya..

    BalasHapus
  5. "Lalu siapa lagi kawanku di saat sunyi! Saat aku sendiri! Serta siapa lagi teman saya bertukar pikiran! Bersenda gurau dalam perantauanku! Dan siapa lagi yang membantu aku dalam ibadahku!"

    :'(
    Sungguh peri duka seorang anak ketika mengetahui tak akan ada lagi seorang ibu yang menemani di sisinya

    BalasHapus
  6. benar..sahabat, tiada seorang anakpun yang tidak akan bersedih ketika ditinggal Ibu tercintanya termasuk Nabi Isa Alaihissalam sekalipun, namun seorang anak selalu bisa memberikan baktinya pada kedua orangtua Ibu Bapaknya meski ia sudah tidak bersamanya lagi dengan jalan Do'a-Do'a penuh cinta dalam Sujud dan Shalatnya seorang anak kapanpun ia ingin memberikan bakti kepada kedua orangtuanya..

    BalasHapus
  7. salam.. singgah disini...

    BalasHapus