Foto saya
cinta dan kasih sayang Ibu tak pernah usai, kasih sayang dan cintanya tetap sama meski anaknya telah tumbuh dewasa, bagi Ibu kita tetaplah anaknya yang dulu, anaknya yang selalu Ibu belai dan peluk dipangkuannya, Ibu memberi segala yang terbaik untuk anaknya, kedudukanmu Ibu begitu mulia dan terhormat.

Senin, 17 September 2012

Wajah Seorang Ibu

Alkisah ada seorang anak laki-laki yang mengajak ibunya untuk menghadiri pertemuan orangtua-guru pertamanya di sekolah. Tak pernah disangka oleh anak itu, sang ibu tidak menolaknya. Ini berarti menjadi kesempatan pertama kali bagi teman-teman sekelas dan gurunya bertemu dengan sang ibunda.

Anak itu sudah bisa membayangkan betapa malunya dia nanti karena penampilan sang ibunda. Sebenarnya ibu anak ini cantik tapi ada bekas luka yang terlihat jelas menutupi nyaris seluruh sisi kanan wajahnya. Anak ini tidak pernah mau menanyakan soal kenapa atau bagaimana ibunya bisa mendapat luka seperti itu.

Di hari pertemuan, seluruh undangan yang hadir begitu terkesan dengan keramahan dan kecantikan alami sang ibunda meski memiliki bekas luka yang besar. Tapi, anak itu masih saja merasa malu dan diam-diam bersembunyi di belakang beberapa temannya. Meski begitu, dia masih bisa mendengar isi percakapan antara ibunya dan gurunya.

"Bagaimana Ibu bisa mendapat bekas luka di wajah?" tanya sang guru.
Sang ibunda menjawab, "Waktu anak saya masih bayi, rumah kami pernah kebakaran. Dan dia terjebak dalam kamar. Tidak ada yang berani masuk ke kamar itu karena kobaran apinya terlalu besar. Tapi demi anak, saya rela masuk untuk menyelamatkannya. Tapi begitu saya menemukan tempat tidurnya, saya melihat sinar matanya yang berseri-seri dan saya berusaha melindungi dia dengan tubuh saya. Tapi saya kehabisan oksigen dan pingsan di tempat. Untungnya, ada petugas kebakaran yang masuk dan menyelamatkan kami berdua."

Sang ibunda menyentuh bekas luka bakarnya. "Bekas luka ini akan tetap ada, tapi sampai hari ini, saya tak pernah menyesali apa yang pernah saya lakukan."

Pada saat itu, anak itu keluar dari persembunyiannya dan menghambur mendekati sang ibunda dengan mata yang berkaca-kaca. Anak itu memeluk sang ibunda dengan erat dan merasakan pengorbanan ibunya yang begitu besar bagi dirinya.


dikutip dari andriewongso.com

1 komentar: