Foto saya
cinta dan kasih sayang Ibu tak pernah usai, kasih sayang dan cintanya tetap sama meski anaknya telah tumbuh dewasa, bagi Ibu kita tetaplah anaknya yang dulu, anaknya yang selalu Ibu belai dan peluk dipangkuannya, Ibu memberi segala yang terbaik untuk anaknya, kedudukanmu Ibu begitu mulia dan terhormat.

Kamis, 04 Oktober 2012

Ibu, Sosok yang Sangat Berharga

Wahai para gadis, kalian adalah sosok yang diciptakan untuk menjadi ibu. Maka dari itu, persiapkanlah diri untuk bisa mengajarkan hakekat keibuan yang sebenarnya kepada anakmu nanti. Engkau akan mengemban sebuah tugas yang sangat mulia di dunia ini, maka tanamkan perasaan bangga sebagai calon ibu. Janganlah sampai kalian merusak kenikmatan yang telah ALLAH SWT berikan ini, misalnya dengan melakukan hubungan yang haram dengan lawan jenis (berzina), terlebih dengan yang sejenis (lesbian).

Wahai para calon ibu, engkau adalah orang yang bernilai sangat mahal dan agung. Karena status ibu adalah yang terbaik buatmu sekaligus merupakan penghormatan yang terbaik kepadamu. Namun, apakah kalian telah memahami makna yang amat berharga ini ? Apakah kalian sejak masih sendiri telah mempersiapkan segala sesuatu yang kelak di butuhkan sebagai seorang ibu dan bagi anak-anakmu ? kita berharap tidak ada anggapan remeh tentang hal ini, dan engkau sudi mempersiapkannya dengan baik dari sekarang. Karena janganlah sekali-kali kalian membuat kebanggaan sebagai seorang ibu menjadi surut dan menghilang. Atau janganlan kalian merasa bahwa tidak bersedia menjadi seorang ibu, mempunyai keturunan dan mengajarkan kebaikan dengan alasan sudah ketinggalan zaman dan peradaban. Tetapi jadilah ibu yang shalih dan tangguh serta tidak pernah malu dengan kodrat ini.

Dengan rahmat-Nya, maka sejatinya setiap manusia itu baik laki-laki ataupun perempuan akan sama derajatnya di hadapan ALLAH SWT.

Dari Aisyah RA, Rasulullah SAW bersabda; “Sesungguhnya kaum perempuan setara dengan kaum laki-laki” (HR. Ahmad, Abu Dawud, Ad-Darimi dan Ibn Majah)

Hadits ini menunjukkan tingkat persamaan antara kaum perempuan dengan laki-laki, serta kedudukan tinggi perempuan di dalam pandangan Islam. Sehingga kalian memiliki kesempatan yang sama dengan kaum laki-laki dalam hal ibadah dan berperilaku baik yang benar sesuai syariat agama. Bahkan inilah pintu gerbang pertama bagi kalian untuk merengguh harkat dan martabat yang mulia disisi ALLAH SWT. Menjadikan dirimu sebagai seorang hamba yang shalihah baik di dunia maupun kelak di yaumil akhir.

Sehingga meski ada pertanyaan yang mengatakan bahwa mengapa perempuan yang tengah haid diharamkan melakukan shalat ? Kemudian bagaimana bisa ia akan menyamai amal ibadah seorang laki-laki bila ada hambatan yang mencegahnya untuk terus beribadah ? Maka itu tidaklah menjadi soal, sebab jawabannya sederhana, yaitu; karena ALLAH SWT telah membebankan sebuah tugas yang sangat berat kepada kaum perempuan, yaitu tugas dalam keberlangsungan kehidupan umat manusia. Karena saat haid, kalian telah mempersiapkan kehidupan baru dengan terjadinya pergantian sel telur (Ovum) baru dan hormon yang lebih baik. Dan haid yang dialami itu adalah sebuah proses alami dan bukanlah hal yang memalukan. Kalian adalah bagian utama dari sumber kehidupan. Untuk itulah maka haid tidaklah menjadi sesuatu yang menjijikkan melainkan sebuah harapan dan kemuliaan.

Rasulullah SAW kepada istrinya pernah mencontohkan bahwasannya keadaan haid tidaklah menjadikan seseorang harus menjauhi cinta, kasih sayang dan romantisme. Sebagaimana hadits-hadits berikut ini:
Aisyah RA berkata: ”Pernah aku minum, sedangkan aku pada saat itu sedang dalam keadaan haid. Kemudian aku memberikan minuman tersebut kepada Nabi SAW (dari bejana yang sama), dimana beliau menempelkan mulutnya persis ditempat bekas minumku, lalu beliau minum. Pernah pula aku makan daging yang tersisa dari tulang dengan menggigitnya, sedangkan aku dalam keadaan haid. Kemudian aku memberikan daging itu kepada Nabi SAW, lalu beliau meletakkan mulutnya pada bekas mulutku” (Shahih Muslim no.300)

Aisyah RA berkata: “Bahwa Nabi SAW jika ber`itikaf, beliau mendekatkan kepalanya kepadaku. Kemudian aku menyisirnya, sedangkan aku dalam keadaan haid” (Shahih Al-Bukhari no. 5211 dan Shahih Muslim no. 2445).


Aisyah RA telah berkata “Bahwasanya Nabi SAW membaca Al-Qur`an (mengulangi hafalan) dan kepala beliau berada di pangkuanku, sedangkan aku dalam keadaan haid” (Shahih Al-Bukhari no. 7945)

Sehingga antara seorang wanita yang sedang tidak haid atau sedang haid maka tidak akan menjadi masalah untuk tetap dicintai, memberikan kasih dan sayang kepadanya. Justru dengan itulah maka akan semakin meningkatkan rasa cinta dari keduanya.

Wahai kaum perempuan, karena tugas yang sangat besar maka ALLAH SWT meringankan perintah dalam menjalankan ibadah (shalat, puasa, dll) kepada kalian. Ini menunjukkan bahwa ALLAH SWT telah sangat adil kepada semua hamba-Nya. Jika ALLAH SWT membebani kalian dengan sebuah perkara yang berat, sudah seharusnya ALLAH SWT juga memberikan keringanan kepadamu dalam bentuk yang lain. Oleh sebab itu, janganlah sampai kalian mengatakan bahwa ALLAH SWT tidak adil dengan memberikan peluang lebih banyak kepada kaum laki-laki dalam hal ibadah. Karena sebenarnya ALLAH SWT justru telah memberikan kesempatan yang lebih besar kepada kalian dari pada kaum laki-laki.

Berbanggalah engkau yang kelak menjadi ibu, karena ALLAH SWT telah menitipkan rahmat kepadamu. ALLAH SWT telah menyerahkan kelanjutan pertumbuhan manusia ini memang kepada keluarga, namun peran terbesarnya adalah tetap pada seorang ibu. Peran ayah hanya sebatas menanamkan sperma ke dalam rahimmu. Sedangkan sejak di dalam rahim maka seorang anak akan bergantung pada dirimu. Oleh karena itulah engkau dikatakan sebagai sumber kehidupan.

Ibu sangat berharga di sisi ALLAH SWT. Rasulullah SAW juga pernah bersabda bahwa pahala seorang ibu dalam mendidik anak-anaknya adalah seperti pahala orang yang puasa dan shalat malam. Artinya, jerih payah ibu saat mengendong anaknya, menimang-nimangnya, memandikannya, menggantikan pakaiannya, menyusuinya siang malam dan menjaganya dari kecelakaan, maka di saat itu seorang ibu akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang berpuasa dan mendirikan shalat malam. Bahkan sejak masa awal kehamilan maka seorang ibu telah diampuni dosa-dosanya.

Jadi, berbahagialah engkau sebagai seorang wanita yang akan atau telah menjadi seorang ibu. Karena engkau akan menjadi petunjuk bagi rahmat ALLAH SWT. Hingga tak mengherankan bila do`a yang selalu kalian (ibu) panjatkan akan dikabulkan oleh ALLAH SWT. Kalian adalah bentuk nyata dari rahmat ALLAH SWT di dunia ini. Semenjak hamil, lalu melahirkan anak dan berpredikat sebagai ibu, kalian menjadi sangat berharga di sisi ALLAH SWT, sekaligus menjadi contoh dari cinta dan kasihsayang secara nyata.


dikutip dari http://oediku.wordpress.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar