Kamis, 15 November 2012

Do'a dan Dzikir Cinta untuk Ibunda

Di beberapa literatur Islam, banyak kita temukan sumber yang membahas tentang sepuluh sahabat Nabi Muhammad SAW yang dijamin masuk surga. Kesepuluh sahabat itu semuanya laki-laki. Kisah-kisah mereka tersebar di berbagai buku sejarah yang kemudian banyak dijadikan rujukan umat Islam zaman sekarang untuk bisa meneladani dan berbuat seperti apa yang sahabat-sahabat tadi kerjakan. Harapannya, tentu untuk bisa mendapatkan dan meraih surgaNya juga.

Sejauh ini, kesepuluh sahabat tadi yang cukup dikenal publik (umat Islam). Padahal, dalam sejarahnya, banyak juga wanita-wanita yang dijanjikan masuk surga. Di antaranya, ada Sumayyah binti Khayat, Asma’ binti Abu Bakar, Aisyah binti Abu Bakar, Ummu Waraqah, Ummu Aiman, Nasibah binti Ka’ah, Ummu Haram dan Ummu Zafar. Kisah-kisah mereka bisa kita baca dalam buku karangan Muhammad Ali Qutb yang berjudul “Bidadari-Bidadari Surga” (Mubasyiraatu bi Jannatun).

Dalam bukunya dikisahkan, Sumayyah adalah sosok muslimah yang mempunyai harga diri (izzah) yang tinggi. Memiliki kesabaran dan keikhlasan luar biasa di fase-fase awal dakwah Rasulullah. Sumayyah mempunyai suami bernama Yasir. Keluarga ini memproklamirkan diri sebagai keluarga muslim, mengikuti ajaran Muhammmad. Kenyataan ini membuat tidak senang para pemuka masyarakat yang saat itu masih menyembah berhala, Lata, Uzza.

Maka, disiksalah mereka oleh kaumnya, dan hanya akan menghentikan siksanya ketika mau melepaskan diri dari ajaran Muhammad. Namun, Sumayyah dan keluarganya tetap istiqomah, tetap tegar dalam ke-Islaman dan memegang teguh keyakinannya untuk membenarkan ajaran Muhammad. Dan akhirnya, wanita dan suaminya gugur di medan kesyahidan. Sumayyah adalah wanita perkasa pertama yang syahid dalam sejarah Islam pada periode awal Islam datang.

Selain itu, ada Asma’ putri Abu Bakar, sang “pemilik dua sabuk”. Kisah yang mengharumkan namanya ketika ia terlibat dakwah dalam peristiwa hijrah. Wanita inilah yang bertugas mengantar bekal makanan untuk Muhammad dan Abu bakar ayahnya ketika hijrah. Asma keluar dari kota Mekah di malam hari tanpa menghiraukan gelap gulitanya malam, sepi dan sunyinya malam, terjalnya bebukitan dan bahaya binatang buas. Yang ada dalam dirinya, hanya bertawakal kepada Allah agar diberi kekuatan untuk bisa memegang amanah.

Ketika sampai ke Gua Tsur inilah peristiwa sejarah “pemilik dua sabuk” terjadi. Asma’ menyobek kerudungnya menjadi dua. Satu bagian untuk dijadikan sebagai ikat pinggang dan satunya lagi untuk mengikat bekal. Saat itu, Rasulullah memberi kabar gembira atas apa yang telah dilakukan Asma’, kemudian berkata, “Sesungguhnya Allah telah mengganti ikat pinggangmu ini dengan dua ikat pinggang di surga”. Sejak itu, Asma, putri Abu Bakar mendapat gelar Dzatu an-nitthqain yaitu orang yang mempunyai dua ikat pinggang.

Masih banyak lagi cerita lainnya. Tentang Ummu Ruman (Zainab), wanita yang dijanjikan surga bukan karena keelokan wajahnya, tapi, ia adalah isteri Abu Bakar yang sabar menerima resiko mendampingi suaminya dalam berdakwah, ia adalah simbol wanita pertama yang memikul tugas mendidik, mengarahkan dan membimbing anak-anak mereka.. Tentang Ummu Waraqah, seorang wanita baik hati yang teraniaya dan dibunuh hamba sahayanya sendiri karena iming-iming harta. Tentang Ummu Aiman yang penuh ikhlas merawat Muhammad. Tentang Nasibah binti Ka’ab, bidadari yang terluka dalam perang Uhud. Begitu juga Ummu Zafar, wanita yang sabar dalam keadaan sakitnya.

mereka semua adalah Ibu perkasa kebanggaan keluarganya dan kebanggaan Islam tentunya, mereka adalah wanita-wanita yang dijanjikan syurga oleh Rasulullah SAW, mereka adalah contoh terbaik bagi wanita-wanita Islam yang mendambakan dirinya menjadi wanita kebanggaan keluarganya, Ibu yang membanggakan bagi putra putrinya, Ibu yang mendidik anak-anaknya dengan didikan yang Islami, Ibu yang senantiasa dalam kehormatan dirinya sebagai wanita kebanggaan Islam, Ibu yang selalu diharapkan kasih sayangnya oleh semua anggota keluarganya, Ibu yang selalu dido'akan anak-anaknya agar menjadi Ibu yang senantiasa Istiqamah dijalan menjadi menjadi hamba ALLAH yang solehah,dan kitapun berharap kita sebagai anak dan juga seorang suami senantiasa mampu menguatkan seorang Ibu dalam mengemban amanahnya menjadi harapan pembawa kesejukan syurga bagi setiap anggota keluarganya. senantiasa do'akan Ibunda agar menjadi Ibu terbaik bagi kita anak-anaknya dan juga menjadi pendamping yang solehah bagi sang suami.

Do'a cinta untuk Ibunda dari seorang anak :

ya..ALLAH berilah Ibunda kami kekuatan dalam mengemban tugas-tugas mulianya sebagai seorang Ibu.
ya..ALLAH berilah Ibunda kami kedudukan layaknya wanita-wanita terbaik agama ini, Islam.
ya..ALLAH jadikan Ibunda kami wanita yang senantiasa membimbing kami mendekatimu.
ya..ALLAH kuatkan beliau Ibunda kami menanggung kesabaran mendidik kami anak-anaknya.
ya..ALLAH berikan kesalehan Ibunda kami dalam menjalankan kewajibannya sebagai seorang istri.
ya..ALLAH golongkan Ibunda kami dalam golongan hamba-hamba kesayanmu dunia dan akhirat.
ya..ALLAH ampuni kekhilafan dan dosa-dosa kedua orang tua Ibu Bapak kami sebagai hambamu.
ya..ALLAH muliakan Ibunda kami di dunia dan di akhirat kelak serta kumpulkan kami dalam surgamu

Ya Allah ya Rabbi
Berikanlah kebahagiaan dalam hatinya
Jadikanlah ia wanita yang senantiasa teguh
Memegang ajaranMu
Muliakanlah ia di dunia dan kelak
Berikan kesempatan kepadanya
Untuk bisa merasakan surgaMU


dikutip dari http://fourthing.wordpress.com dengan sedikit tambahan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar