Foto saya
cinta dan kasih sayang Ibu tak pernah usai, kasih sayang dan cintanya tetap sama meski anaknya telah tumbuh dewasa, bagi Ibu kita tetaplah anaknya yang dulu, anaknya yang selalu Ibu belai dan peluk dipangkuannya, Ibu memberi segala yang terbaik untuk anaknya, kedudukanmu Ibu begitu mulia dan terhormat.

Senin, 26 November 2012

Sebuah Surat Cinta Untuk Para Ibu

  • Untuk ibu-ibu tangguh yang berjuang sendiri menjadi tulang punggung keluarga dan menanggung biaya hidup anak-anaknya. Ibu-ibu janda, miskin, atau mereka yang punya suami tapi suaminya tidak bisa bekerja lagi, hingga ialah yang harus memeras keringat menghidupi keluarga.. 
  • untuk ibu-ibu yang mendidik anak-anaknya dengan agama, mengajarkan sunnah Nabi dan memberi petunjuk tentang apa-apa yang bermanfaat bagi anak-anak meraka..
  • Salam dan pengormatan buat para ibu yang mengambil peran dan memilih sebagai IBU rumah tangga, yang mengesampingkan profesi-profesi lainya, karena kemulian hatinya mau mengubur mimpi-mimpinya demi si buah hatinya tercinta.sunggguh sebuah pengorbanan yang tak terkira dan ia meyakinii bahwa itulah peran yang termulia dalam hidupnya..
  • Salut dan bangga buat para IBU yang berprofesi dalam segala bidang, menekuni pekerjaan yang mulia, sebagai pegawai, karyawan, manajer, perawat, petani, pedagang, dokter, pejabat, pemulung sekalipun, ataupun yang menjadi pemimpin, dan lain-lain sebagainya, yang dalam kesibukannya ia tak melupakan perannya sebagai IBU RUMAH TANGGA, perannya dalam mendidik anak-anaknya, memberikan perhatian dan kasih sayang yang melimpah kepada anak-anaknya
  • Salam penghormatan untuk para ibu yang melahirkan dan mendidik para pahlawan, dan mencetak laki-laki yang terhormat, melahirkan para pemberani, yang melahirkan para pejuang dijalan ALLAH.
  • Untuk ibu-ibu yang mendidik anak-anaknya penuh cinta dan kelembutan
  • Salam penghormatan untuk para ibu yang telah menanamkan dalam diri putra- putrinya rasa cinta kepada ALLAH dan Rasul-Nya.
  • Untuk para ibu yang kekurangan dan yang terbatas oleh kondisi fisik, cacat dan sakit namun tidak menghalanginya untuk menebar cinta kasih kepada anaknya.
  • Untuk segenap ibu yang menafkahkan dan menghidupi anak-anaknya dengan membanting tulang, memerah keringat dan menekuni segala profesi asal halal..
  • Untuk segenap para ibu yang memberikan ASI eklusif kepada anak-anaknya ketimbang memberikan susu formula..karena ASI adalah simbol awal ikatan ibu dengan anaknya.
  • Untuk para ibu yang mengajarkan nilai-nilai kebaikan, kebanaran dan kejujuran kepada anak-anaknya dan menjadi sekolah pertama yang dihadapi oleh anak-anaknya.
  • Untuk para Ibu yang membimbing dan meluruskan anak-anaknya agar mereka tumbuh menjadi generasi yang unggul berbekal iman, kasih-sayang, kebaikan, kemurahan hati, dan kesetiaan yang total terhadap kebenaran.

Kata-kata berikut kiranya dapat menggambarkan sosok ibu:
 
Ibu..engkaulah: perasaan yang lembut, batin yang halus, jiwa yang peka, air mata bahagia, keindahan, ketegaran, dan ketangguhan.

Ibu..engkaulah: padanan kehidupan, tempat mengadu, tiang pancang tegaknya banyak urusan, penentu damainya rumah, dan kunci kesuksesan.
 
Ibu..engkaulah: kebeningan hati, kesucian batin, kesetiaan, ketulusan, kasih-sayang, kebaikan, kesungguhan, pengorbanan, dan ketulusan.
 
Ibu..engkaulah: makhluk paling tegar, jiwanya paling berharga, perasaannya paling halus, kakinya paling tangguh, pribadinya paling mandiri, tekadnya paling teguh, tangannya paling pemurah, dan dadanya paling lapang.

Ibu..engkaulah: teman terbaik di kala susah, sahabat terdekat di saat senang.
 
Ibu..engkaulah: sumber kasih-sayang, perhatian, dan kebaikan tanpa batas; penunjuk jalan iman dan ketenangan jiwa, sumber ketenangan dan rasa aman, cahaya kehidupan, dan cinta tak berbatas.

Kata-kata sepanjang apa pun dan lembaran-lembaran sebanyak apa pun, tidak akan cukup untuk menghitung keutamaan ibu serta semua haknya untuk mendapatkan penghormatan, pemuliaan, perlakuan baik dan pengabdian.


Sungguh walaupun kita menulis ribuan halaman untuk mengungkapkan pujian dan sanjungan kita terhadap ibu, dan mencoba untuk menuliskannya dengan tinta darah sekalipun, sungguh itupun tidak akan cukup dan tidak akan bisa membalas jasa-jasa ibu kita


Dan cukuplah Kitabullah dan Sunnah Rasull yang menjadi saksi akan utama dan agungnya peran sang Ibu.


dikutip dari http://ahmadkhan.blogdetik.com dengan sedikit penyesuaian

2 komentar:

  1. ibu,,,ibu ..engkau lah ratu hatiku..=))..kasih ibu sepanjang jalan...~~~

    BalasHapus