Foto saya
cinta dan kasih sayang Ibu tak pernah usai, kasih sayang dan cintanya tetap sama meski anaknya telah tumbuh dewasa, bagi Ibu kita tetaplah anaknya yang dulu, anaknya yang selalu Ibu belai dan peluk dipangkuannya, Ibu memberi segala yang terbaik untuk anaknya, kedudukanmu Ibu begitu mulia dan terhormat.

Senin, 07 Januari 2013

Setelah 23 tahun hilang sang anak pulang ke pelukan Ibunya

Seorang pria Bangladesh dinyatakan hilang 23 tahun silam. Kini, ia berhasil pulang, setelah dikurung 15 tahun di penjara Pakistan.

Moslemuddin Sarkar menghilang sejak tahun 1989. Kemudian pada suatu hari, ia berhasil pulang setelah dikurung 15 tahun di penjara Pakistan. Kepulangan Moslemuddin difasilitasi oleh Komite Internasional Palang Merah.

Ratusan simpatisan berkumpul di desa Bishnurampur, utara distrik Mymensingh, Bangladesh, untuk melihat pertemuan memilukan itu.

"Saya memasuki India secara ilegal pada tahun 1989, tanpa memberitahu keluarga," kata Moslemuddin.

Malangnya, Moslemuddin tertangkap saat berusaha menyeberang ke Pakistan pada tahun 1997. "Saya pergi ke Pakistan untuk mencari pekerjaan yang lebih baik. Tapi, mereka menangkap saya di perbatasan. Memukuli dan menyiksa saya di penjara," tukasnya dalam bahasa campuran Urdu dan Bengali.

Moslemuddin menulis puluhan surat kepada keluarganya. Namun, tak ada jawaban sama sekali. Suatu ketika, ia pernah kehilangan semua harapan untuk pulang ke rumah.

Tim Palang Merah memfasilitasi kepulangan Moslemuddin, setelah keluarganya menerima pesan dia dikurung di penjara Pakistan.

Julhas Uddin, adik Moslemuddin, telah mencari saudaranya selama bertahun-tahun. Tetapi, usahanya selalu menemui jalan buntu. Ia dan keluarga lainnya akhirnya menyerah. Namun, ibunya tetap percaya bahwa suatu hari Moslemuddin akan pulang.

Pertemuan ibu dan anak itu sungguh mengharukan. Ia terus memeluk ibunya sambil berderai air mata. Tak disangka, wanita itu malah pingsan di pelukan anaknya. Kesedihan mungkin sudah terlalu lama bergelayut di hatinya. Menanti anak yang tak kunjung pulang.

Moslemuddin bahkan tak berhenti menangis selama berjam-jam. Segala cerita duka sirna begitu saja. Ia senang bisa kembali ke pelukan keluarga tercinta, Kembali kepelukan sang Ibunda tercinta.

dari kisah nyata ini kita bisa memetik hikmah dan pelajaran yang banyak, bahwa betapapun orang-orang di sekitar meragukan keyakinan dan firasat seorang Ibu terhadap anak kandungnya jauh melebihi setiap dugaan dan perkiraan orang-orang, yang tentu amat sangat bebeda dengan keyakinan dan firasat seorang Ibu terhadap anak yang telah dikandungnya, yakinlah firasat seorang Ibu selalu dalam tuntunan ALLAH sang maha pemilik segala kejadian dan seorang Ibu akan senantiasa menerima dengan tangan terbuka dengan seperti apapun keadaan sang anak. sebab cinta dan kerinduan seorang Ibu terhadap anaknya itu begitu tulus dan ikhlas.


dikutip dari merdeka.com dengan sedikit penyesuaian

Tidak ada komentar:

Posting Komentar