Foto saya
cinta dan kasih sayang Ibu tak pernah usai, kasih sayang dan cintanya tetap sama meski anaknya telah tumbuh dewasa, bagi Ibu kita tetaplah anaknya yang dulu, anaknya yang selalu Ibu belai dan peluk dipangkuannya, Ibu memberi segala yang terbaik untuk anaknya, kedudukanmu Ibu begitu mulia dan terhormat.

Selasa, 14 Januari 2014

Kasih Sayang Ibu Sekukuh ‘Arsy ALLAH

seorang arif pernah menyatakan dalam wasiatnya pada anaknya : "kasih sayang Ibu sekukuh 'Arsy ALLAH", apa kira-kira makna pesan itu.?

Arsy ALLAH adalah tempat ALLAH "berada". dalam Al Qur'an, ia sekaligus disebut sebagai tempat bersemayam Dia Yang Maha Pengasih :

"Yaitu Tuhan Yang Maha Pemurah (Al Rahman), Yang bersemayam di atas 'Arsy." (QS. 20:5)

Al Rahman adalah inti semua sifat ALLAH yang bermakna kasih sayang yang tidak terbatas, melimpahi segala sesuatu tanpa terkecuali, dengan kata lain Al Rahman berarti kasih sayang yang paling agung dan tak bersyarat.

"Akulah ALLAH dan Akulah Al Rahman, Akulah yang ciptakan rahim (Ibu) dan Aku ambilkan sebutannya dari namaKu (Al Rahim).." (Hadits Qudsi riwayat Tirmidzi)

begitulah ukuran besarnya kasih sayang seorang Ibu, sehingga Nabi mengajarkan : "surga berada ditelapak kaki Ibu"

meski menyebut ridha ALLAH terletak pada ridha Ayah dan Ibu, Nabi mengajarkan bahwa Ibu berhak tiga kali lebih banyak untuk disayangi ketimbang Ayah.

seseorang datang kepada Rasulullah Saw dan bertanya : wahai Rasul, kepada siapa aku harus berbakti pertama kali.?, Nabi menjawab : 'Ibumu' kemudian siapa lagi.? 'Ibumu' kemudian siapa lagi.? 'Ibumu' orang tersebut bertanya kembali, kemudian siapa lagi, Nabi menjawab, 'kemudian Ayahmu' (Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim)

berbaik hati pada Ibu adalah ajaran para Nabi, Nabi Isa As. menyatakan : "ALLAH telah mewasiatkan kepadaku agar..berbaik hati pada Ibuku" (QS. 19:32)

Nabi Muhammad Saw. juga menyuruh seseorang yang ingin berjihad untuk mendahulukan melayani Ibunya yang masih hidup.

demikian tinggi penghargaan terhadap Ibu, hingga ALLAH sendiri berfirman,
"...Janganlah seorang Ibu menderita kesengsaraan karena anaknya..." (QS. 2:233)

pentingnya memperhatikan dan membahagiakan Ibu tercermin pula dalam kisah Nabi Musa berikut :
"...Maka Kami mengembalikanmu (Musa As) kepada Ibumu, agar senang hatinya dan tidak berduka cita." (QS. 20:40)

dalam Bihar al Anwar Imam Sajjad meriwayatkan :
"Suatu saat seorang lelaki mendatangi Rasul.
Ya Rasul, aku telah lakukan segala kejahatan yang diketahui, masihkah ada peluang bertaubat bagiku.?
Nabi bertanya, apa Orang Tuamu masih hidup.?
'Bapakku, jawabnya.
pergi layani Bapakmu dengan baik, kata Nabi.
'Andai Ibunya masih hidup.., gumam Nabi ketika laki-laki itu pergi."

kenapa menyayangi Ibu begitu penting.? bayangkan, jika kepada Ibu yang begitu penyayang kita tak dapat menyayangi, siapa lagi yang akan kita sayangi.?, dengan kata lain, kasih sayang kepada Ibu seharusnya adalah tes yang paling mudah kita lalui : menyayangi orang yang kasih sayangnya kepada kita tak terbatas.

sedangkan seperti disabdakan Nabi Saw, kasih sayang adalah syarat keimanan. "tak beriman kalian jika tak saling menyayangi."

diatas semuanya itu, kasih sayang orang yang kita bisa sepenuhnya andalkan adalah kunci kebahagiaan hidup kita. tak ada masalah yang tak bisa kita atasi jika disisi kita tegak orang yang kita percaya, bahkan mau mengorbankan segalanya demi kebaikan kita. dan tak usah jauh-jauh, orang itu adalah Ibu kita. karena kasih sayang Ibu, seperti dikatakan dalam Hadits juga, adalah percikan kasih sayangNya. maka bukan hanya surga di akhirat terletak di telapak kaki Ibu kita, bahkan juga surga dunia kita.


dikutip dari islamindonesia.co.id

1 komentar: