Foto saya
cinta dan kasih sayang Ibu tak pernah usai, kasih sayang dan cintanya tetap sama meski anaknya telah tumbuh dewasa, bagi Ibu kita tetaplah anaknya yang dulu, anaknya yang selalu Ibu belai dan peluk dipangkuannya, Ibu memberi segala yang terbaik untuk anaknya, kedudukanmu Ibu begitu mulia dan terhormat.

Rabu, 05 Oktober 2016

Memuliakan Ibu

Orang beriman mesti memuliakan kedua orang tua, khususnya ibu. Dalam hadis disebutkan, Abu Hurairah bercerita: Ada seorang lelaki datang menemui Rasulullah SAW, lalu bertanya, “Ya Rasulullah, siapakah orang yang paling berhak untuk saya pergauli dengan sebaik-baiknya?” Beliau menjawab, “Ibumu.” Ia bertanya lagi, “Lalu siapakah?” Beliau menjawab, “Ibumu.” Orang itu sekali lagi bertanya, “Kemudian siapakah?” Beliau menjawab lagi, “Ibumu.” Orang tadi bertanya pula, “Kemudian siapa lagi?” Beliau menjawab, “Ayahmu.” (HR Al-Bukhari dan Muslim).

Bahkan, andai kata sang ibu adalah orang yang berbeda agama (non-Muslim) dan keyakinan, kita tetap harus memuliakan mereka dan tidak boleh memutus hubungan dengannya.
Dalam hadis disebutkan, Asma’ binti Abu Bakar Ash-Shiddiq bercerita: Ibuku datang ke tempatku sedang dia adalah seorang musyrik di zaman Rasulullah SAW, yaitu di saat berlangsungnya perjanjian Hudaibiyah antara beliau dan kaum musyrikin. Kemudian saya meminta fatwa kepada Rasulullah, “Ibuku datang padaku dan ia ingin meminta sesuatu, apakah boleh saya hubungi ibuku itu, padahal ia musyrik?” Beliau bersabda, “Ya, hubungilah ibumu” (HR Bukhari dan Muslim).

Para sahabat Nabi SAW disebutkan sangat memuliakan ibunya. Abu Hurairah, misalnya, setiap akan pergi keluar rumah dan pulang ke rumah, selalu menemui ibunya dan mendoakannya. Dalam kitab Adab Al-Mufrad karya Al-Bukhari disebutkan, Abu Hurairah menempati sebuah rumah, sedangkan ibunya menempati rumah yang lain.

Apabila Abu Hurairah ingin keluar rumah, ia berdiri terlebih dahulu di depan pintu rumah ibunya seraya berkata, “Semoga keselamatan untukmu, wahai ibuku, juga rahmat Allah serta berkah-Nya.” Ibunya menjawab, “Semoga untukmu juga keselamatan, rahmat Allah dan berkah-Nya, wahai anakku.

Abu Hurairah kemudian berkata, “Semoga Allah menyayangimu karena engkau telah mendidikku semasa aku kecil.” Ibunya pun menjawab, “Semoga Allah juga merahmatimu karena engkau telah berbakti kepadaku saat aku berusia lanjut.

Sahabat lainnya, Ibnu Mas’ud, acap kali disuruh ibunya untuk mengambilkan air minum, dan ia selalu melaksanakannya. Suatu ketika, saat membawa air minum yang diminta ibunya, ia mendapati ibunya tertidur pulas. Karena memuliakan sang ibu, Ibnu Mas’ud tidak berani membangunkannya.

Dalam kitab Birrul Walidain karya Ibnul Jauzi disebutkan, Anas bin Nadzr Al-Asyja’i bercerita, suatu malam Ibu Ibnu Mas’ud meminta air minum kepadanya. Setelah Ibnu Mas’ud datang membawa air minum, ternyata sang Ibu sudah ketiduran. Akhirnya Ibnu Mas’ud berdiri di dekat kepala Ibunya sambil memegang wadah berisi air tersebut hingga pagi hari.”

Sahabat lainnya lagi, Usamah bin Zaid, disebutkan tidak pernah menolak permintaan Ibunya. Dalam kitab Shifah Ash-Shafwah karya Ibnul Jauzi disebutkan, Muhammad bin Sirin mengatakan, pada masa pemerintahan Usman bin Affan, harga sebuah pohon kurma mencapai seribu dirham. Meskipun demikian, Usamah bin Zaid membeli sebatang pohon kurma lalu memotong dan mengambil jamar-nya (bagian batang kurma yang berwarna putih yang berada di jantung pohon kurma).

Jamar tersebut lantas ia suguhkan kepada Ibunya. Melihat tindakan Usamah, banyak orang bertanya-tanya, “Mengapa engkau berbuat demikian, padahal engkau mengetahui harga satu pohon kurma itu seribu dirham.” Usamah menjawab, “Karena Ibuku meminta jamar pohon kurma, dan tidaklah Ibuku meminta sesuatu kepadaku yang bisa kuberikan pasti kuberikan.

Ibu memang sosok yang harus dimuliakan. Kita lahir ke dunia melalui dirinya. Sehebat atau sesukses apa pun seseorang dalam hidupnya, pasti dilahirkan dari rahim seorang Ibu. Selain itu, sebelum kita lahir, Ibu mengandung kita di dalam perutnya selama lebih kurang sembilan bulan, waktu yang tidak sebentar. Saat melahirkan, Ibu juga yang merasakan sakit tak terkira. Jadi, tidak ada alasan apa pun untuk mendurhakai Ibu atau memutus hubungan dengannya, apa pun keadaannya. Wallahu a’lam.


dikutip dari republika.co.id

1 komentar:

  1. KISAH NYATA: IBU DARYUTI DARI TANJUNG PINANG

    Assalamu'Alaikum" Wr'Wb...
    Perkenalkan Nama saya Ibu Daryuti, asal Desa Teluk Bintan,Tanjung Pinang,
    saya menjadi tulang punggung Keluarga sejak suami saya meninggal,
    saya bekerja tanpa lelah untuk menghidupi 4 orang anak sejak di tinggal
    mati sang suami 5 thn yg lalu, sejak itu keputusasaan menghampiri sy,
    dan hampir meninggalkan ke 4 anak saya krn sy sdh tidak sanggup dengan
    kemiskinan yang sy alami dulu. Namun stelah menjelang beberapa hari datanglah
    tetangga sy dan menceritakan perubahan hidup yang dia alami,
    dia mempunyai banyak uang tanpa harus bekerja keras..
    dan dia bercerita tentang orang yang membantunya bernama KH.Fhatulla Harun,
    konon beliu bisa memberikan solusi masalah kemiskinan sperti yg sy alami ini..
    dan dengan tekat yang bulat sy minta nomor KH.Fhatulla Harun,
    ketika sy telpon pak haji, dan menceritakan permasalahan hidup saya.
    dan beliu brsedia membantu sy untuk kluar dari lumbung kemiskinan,
    sy sangat snang skali mendengarnya,, kemudian sy langsung mengiyakan
    segala syarat2 yg di pak haji sampaikan, 2 hari kemudian saya sudah merasakan keajaiban nyata
    terjadi di rumah saya, lemari tua yang ada di pojok kamar saya sudah
    penuh dengan lembaran uang pecahan ratusan ribu sy kaget terus pingsan,
    saat saya sadar uang itu betul2 nyata masih ada dalam lemari,
    syukur allhamdulillah saya ucapkan..Berkat campur tangan pak haji
    saya sudah punya banyak uang dan tidak akan perna habis sampai
    7 keturunan, Semua ini berkat UANG GAIB, PESUGIHAN PUTIH NABI SULAEMAN.
    Yang diberikan KH.Fhatulla Harun benar2 nyataSemua ini berkat UANG GAIB, PESUGIHAN PUTIH NABI SULAEMAN. dan ISLAMI serta tidak musyrik,
    Saya sangat berterima kasih kepada KH.Fhatulla Harun yg sudah bantu saya dan
    jadi member pak haji hingga kini, saya juga berjanji tidak lupa dgn kewajiban
    saya untuk slalu shalat dan menyubang di masjid dan panti asuhan.

    Untuk sanak saudara seiman dan setanah air yang ingin cepat kaya..
    jangan ragu untuk mengikuti ajaran KH.Fhatulla Harun krn ini pesugihan putih
    yang islami. dan persugian KH.Fhatulla Harun bisa di ikuti semua agama..
    dan anda pasti akan dibantu apapun yang ingin anda minta.
    Demikian kisah nyata dari saya tanpa rekayasa.untuk lebih jelasnya Hubungi Nomor Beliau.085-217-085-317
    ATau Kunjungi Situs Beliau Klik=>> Pesugihan Tanpa Tumbal Asli Tahun 2017 | Uang Gaib | Dana Gaib | Uang Balik Nabi Sulaeman Terima Kasih Dan Semoga Jadi Pemenang Berikutnya, AMin . Wassalam.Kesaksian Kisah Nyata 2017

    BalasHapus